Metode Penelitian Kuantitatif


Penulis             : Leni Aprilia Ningsih
Narasumber     :  NG (18 tahun)
Masalah           : Stress
   A. Tahap Wawancara
  B.   Perbedaan
1.      Wawancara Terstruktur
1)      Apakah anda sering mendengar kata stress?
Ya, saya sering mendengarnya. Dan saya sering mengalaminya.
2)      Sejak kapan anda sering mengalaminya?
Sejak beberapa bulan yang lalu
3)      Mengapa anda merasa stress?
Karena saya merasa terpukul ditinggal oleh kekasih saya.
4)      Bagaimana bisa anda mengalami stress?
Awalnya saya memiliki seorang pacar tetapi dia tidak suka apabila saya merokok. Suatu hari saya  ditantang oleh teman-teman saya untuk merokok, mereka berbicara kalau saya tidak mau merokok maka saya bukan laki-laki. Sebagai laki-laki saya merasa di remehkan akhirnya saya merokok dan pacar saya mengetahuinya dari cerita teman-teman saya.  Hingga akhirnya pacar saya memutuskan saya.
2.      Wawancara Tidak Terstruktur
1)      Apakah anda sering mendengar kata stress?
Ya, saya sering mendengarnya. Dan saya sering mengalaminya.
2)      Bolehkan anda menceritakannya kepada saya?
Boleh, jadi begini semua berawal saat saya duduk di kelas 1 SMA. Saat itu saya menyukai seorang gadis dari kelas sebelah, awalnya saya ragu untuk mendekatinya namun akhirnya saya menyatakan perasaan saya kepadanya dan saya diterima dengan syarat saya tidak boleh merokok selama kami pacaran jika saya merokok maka dia akan memutuskan saya. Sampai pada akhirnya saya ditantang oleh beberapa teman saya untuk merokok jika tidak maka saya bukan laki-laki, merasa diremehkan maka saya menerima tantangan itu dan saya merokok. Namun ada teman saya yang menceritakan kepada kekasih saya, merasa di khianati kekasih saya marah dan langsung memutuskan saya. Hal ini membuat saya terpukul hingga mengalami penurunan prestasi, malas ke sekolah, hingga lupa akan makan. Kerjaan saya hanya merokok dan berdiam diri di kamar saja.
3)      Bagaimana dengan tanggapan orang tua anda saat prestasi anda menurun?
Orang tua saya merasa kecewa dan marah, terutama ayah saya. Dengan tegas dia memarahi serta memukul saya.
4)      Bagaimana perasaan anda mengenai masalah ini?
Saya menyesal saat melihat orang tua saya kecewa, seharusnya saya fokus dulu ke sekolah tidak bermain perasaan saat sekolah agar prestasi saya bisa membuat bangga kedua orang tua saya.
  C.   Persamaan
1 1.   Masalah percintaan
22.   Perjanjian untuk tidak merokok, dan saat ditantang untuk merokok lalu di tinggalkan kekasihnya.
  D. Tahap Observasi
a. Perbedaan
1.      Observasi Partisipan
Dalam tahap Observasi Partisipan, disini penulis akan menjekasjan mengenai karakter dan keseharian responden. Reponden dalam permasalahan ini berinisial NG, dia berumur 18 tahun. Dilingkungan rumahnya dia terkenal anak yang ramah, rajin datang ke sebuah majlis, dan rajin berjamaah. Namun setelah beberapa hari bersama dia, penulis jadi tau mengenai beberapa hal yang menjadi faktor pendukung NG mengalami stress yaitu kurangnya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua,  tidak adanya reword dari orang tua ketika NG mendapatkan prestasi, dan kurangnya kasih sayang dari orang tua. Sehingga membuat NG menyepelekan waktu belajarnya, mencari kasih sayang lewat kekasihnya dan juga rasa emosi didalam dirinya saat mendapatkan tantangan.
2.      Observasi NonPartisipan
Dalam tahap observasi nonpartisipan yang peneliti lakukan, saat melakukan obrolan singkat dengan NG mengenai masalah yang dia hadapi. Peneliti dapat membaca beberapa ekspresi wajah dan gesture tubuh dari NG yaitu saat bertatap muka dengan peneliti dia membuang tatapan matanya yang menandakan dia merasa terganggu dengan perbincangan tersebut, kemudia peneliti mencoba memberikan sedikit candaan agar NG merasa nyaman saat menggobrol.
Kemudian saat NG menceritakan panjang lebar pada masalah yang dihadapinya pada topik dia diputuskan pacarnya dan saat orang tuanya kecewa serta marah padanya dia mendadak mata NG berkaca-kaca dan dia menggit bibir bawahnya yang menandakan bahwa dia sedang merasa tertekan, cemas, khawatir dan sedih.
b. Persamaan
1 1. Menjelaskan masalah putus cinta yang dihadapi responden
2 2.   Mimik wajah dan ekspresi dalam menjelaskan masalanya.
E. Tahapan Kuesioner
                                            ANGKET PENELITIAN
I I.   Identitas responden
1.      Nama                     :
2.      Kelas                     :
3.      Jenis Kelamin        :
4.      Sekolah                 :
5.      Alamat                  :
II. Petunjuk Pengisian
  a.   Tulis nama (identias) anda pada kolom yang teah disediakan.
bb.  Bacalah setiap pernyataan dengan teliti sebelum menjawab, kemudia berilah tanda silang (X) pada setiap pernyataan yang anda pilih.
Keterangan :
SS        = Sangat Setuju
S          = Setuju
TS        = Tidak Setuju
STS     = Sangat Tidak Setuju
cc,  Pernyataan ini tidak menimbulkan akibat apapun terhadap diri anda yang bersifat umum, untuk itu kami mengharapkan anda mengisi kuisioner dengan sejujurnya.


NO
Pernyataan
SS
S
STS
TS
1.
Saya tidak akan mengevaluasi diri saat melakukan kesalahan




2.
Saya merasa sebuah kejadian yang terjadi adalah pelajaran




3.
Saya tidak merasa senang dengan adanya peraturan sekolah




4.
Saya tidak pernah menerima kenyataan dan intropeksi diri saat mendapatkan masalah




5.
saya akan mengevaluasi diri disaat telah melukakukan kesalahan




6.
Saya tidak mendapat  pelajaran dari masalah yang ada




7.
saya akan berlajar dari masalah  yang ada




8.
Saya tidak pernah bercermin pada kesalahan yang pernah di lakukan




9.
Saya berusaha untuk memperbaiki diri




10.
Saya selalu bercermin pada kesalahan yang pernah dilakukan




11.
Saya tidak berusaha memperbaiki diri




12.
Saya selalu bimbang disaat mengambil keputusan




13.
Karna sering tertekan saya mengalami ganguan jiwa




14.
Saya tidak pernah mengalami keterpurukan




15.
Saya sering mengalami guncangan mental




16.
Saya tidak memiliki gangguan jiwa saat tertekan




17.
Akibat ditinggal kekasih saya mengalami keterpurukan




18.
Saya tidak pernah mengalami guncangan mental




19.
Saya tidak  merasa terpuruk saat mendapat banyak masalah




20.
Saya tidak merasa sebuah kejadian ada pelajarannya.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode_Penelitian_kuantitatif_Stress